Sabtu, 20 Juni 2009

Stop Dreaming Strat Action SCAM PENIPU

saya tergerak juga untuk mengikuti kontes SEO yang diadakan oleh salah satu internet marketer entah normor berapa di Indonesia bernama "Joko Susilo", katanya sih sudah ada urutannya sih tapi memang nama ini sudah akrab di telinga jauh sebelum saya kenal dunia maya sebab kebetulan ada teman saya yang bernama "Joko Susilo" juga dan kebetulan pernah manjadi ketua kelas saya karena badannya gede (bahkan paling gede di sekolah) . Sebenarnya saya juga masih bingung apa yang harus dimasukkan sebagai artikel untuk Konten "Stop Dreaming Strat Action SCAM PENIPU" ditambah lagi ini udah kala start duluan dari yang lain (walupun strat duluan juga enggak ngaruh sebenernya).

Terlepas dari semua yang ada diatas, setelah saya renungkan sebenernya kata-kata istilah "Stop Dreaming Strat Action SCAM PENIPU" adalah suatu istilah yang sangat memberikan inspirasi dan motivasi mengingat sebenarnya jika mengkilas balik jalan kehidupan saya sebenarnya istilah itulah yang membuat saya seperti jalan ditempat dari tahuan ke tahun, walupun ada progres itu sangat jauh dari apa yang saya targetkan.

Salah satu "dream" saja juga sebearnya menjadi salah satu internet marketer di indodonesia maupu di dunia, tapi apalah daya, setelah lebih mendalami mengenai dunia ini semakin banyak hal yang sepertinya membuat saya hanya bermimpi tentang ini. Dimulai dari belajar tehnik SEO, sya mulai dengan yang sederhana dan gratis (modal pas-pas an), berlanjut dengan membuat sebuah blog gratisan karena tidak bisa membayar hosting dan domain yang berbayar, kemudian belajar cari penghasilan dari program seperti PPC, PTC, PPL, dan entah banyak lagi yang saya hampir lupa apa saja yang pernah saya ikuti. Dan hasilnya sangat mengejutkan, ........bayangkan setelah hampir 1 tahun mencoba menggeluti dunia ini penghasilan saya tidak lebih dari Rp. 100.000,- dan itu pun belum ada yang bisa di tarik (pay out), miris sepertinya.........

Terkadang timbul pertanyaan ada kesalahan ataupun kekurangan dari yang saya lakukan dari istilah "Stop Dreaming Strat Action SCAM PENIPU" ini, atau memang saya belum melaksanakan makna sesungguhnya dari istlah tersebut. Atau memang ada faktor lain yang menunda keberhasilan itu....

Kalupun mau beralasan, sebenarnya banyak kendala yang membuat saya lambat dalam mewujudkan "dream" tersebut, seperti biaya untuk online yang terhitung mahal, waktu yang harus disisihkan untuk tetap fokus di samping menghidupi keluarga...dan banyak lagi.......Tapi kalau hal itu di perbesar mungkin banyak orang yang mentertawakan saya karena tidak ada masalah yang tidak teratasi selama kita masih mau berusaha "dimana ada kemauan disitu ada jalan".

Oleh karena itulah dengan adanya kontes SEO "Stop Dreaming Strat Action SCAM PENIPU" ini memberikan motivasi saya untuk menyingkirkan itu semua dan kembali bersemangat, paling tidak untuk mengikuti jejak kalau bisa melampaui si penyelenggara kontes (he......he.....he...."I hope not just dream).

Makna besar dari itilah tersebut sepetinya diikuti oleh pengaruh yang ditimbulkannya di dunia maya khusunya di Indonesia,. setiap melakukan blogwalking atau pun browsing iseng-iseng, kontes ini hampir ada di setiap website yang saya kunjungi, bahkan mengalahkan kasus "Bebaskan Prita Mulyani". Juga saat masuk ke forum dan website sosial netwoking yang sekarang ini masih ramai seperti face book, kaskus, frienster, dll, masalah ini juga menjadi opik hangat dibicarakan. Mudah mudahan ramainya nya kontes ini juga berpengaruh terhadap basic dari istilah itu sendiri kedalam diri setiap orang yang mengenal istilah ini.

Semogamenjadi renungankita bersama....................sukses selalu..........

Jumat, 10 April 2009

Cara Menyusui yang Benar

Cara Menyendawakan Bayi
1. Bayi digendong, menghadap ke belakang dengan dada bayi diletakkan pada bahu Ibu.
2. Kepala bayi disangga/ditopang dengan tangan Ibu.
3. Usap punggung bayi perlahan-lahan sampai bayi sendawa.

Cara Menetekkan Bayi dengan Benar
  1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah janin setelah bayi lahir. Mintalah kepada bidan untuk membantu melakukan hal ini.
  2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan.
  3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan sekitarnya.
  4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai.
  5. 5. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi:
  • Perut bayi menempel keperut ibu.
  • Dagu bayi menempel ke payudara.
  • Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus.
  • Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu.
6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada bibir atau pipi bayi.
7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar lingkaran/daerah
gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.
8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya.

Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.

Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi
Dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.

Cara Memeras ASI dengan Tangan
Bidan menganjurkan pada Ibu untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu :
  1. Duduklah Ibu seenak/senyaman mungkin.
  2. Pegang/letakkan cangkir dekat dengan payudara Ibu.
  3. Letakkan ibu jari pada payudara diatas puting susu dan areola (bagian lingkaran hitam berwarna gelap pada payudara) dan jari telunjuk dibawah payudara, juga dibawah puting susu dan areola.
  4. Tekan ibu jari dan telunjuk kedalam, kearah dada. Ibu tidak perlu menekan terlalu keras, karena dapat menghambat aliran air susu.
  5. Kemudian tekanlah payudara Ibu kebelakang puting dan areola antara jari telunjuk dan ibu jari.
  6. Selanjutnya tekan dan lepaskan, tekan dan lepaskan.
  • Kegiatan ini tidak boleh menyakiti atau Ibu sampai merasa nyeri.
  • Pada awalnya, mungkin tidak ada susu yang keluar, tetapi setelah dilakukan penekanan beberapa kali, ASI akan &nbspmulai menetes keluar.
7. Tekan areola dengan cara yang sama dari arah samping, untuk meyakinkan bahwa ASI di tekan dari seluruh bagian payudara.
8. Hindari menggosok-gosok payudara atau memelintir puting susu.
9. Peras satu payudara sekurang-kurangnya 3-5 menit hingga aliran menjadi pelan; kemudian
lakukan pada payudara yang satu lagi dengan cara yang sama. Kemudian ulangi keduanya. Ibu dapat
menggunakan satu tangan untuk satu payudara dan gantilah bila merasa lelah. Memeras ASI
membutuhkan waktu 20-30 menit. Terutama pada hari-hari pertama, ketika masih sedikit ASI
yang diproduksi.
10. Simpan.

Priapisme (Ereksi Nyeri dan Menetap)

DEFINISI
Priapisme adalah ereksi yang nyeri dan menetap dan tidak berhubungan dengan gairah maupun kepuasan seksual.

PENYEBAB
Priapisme bisa terjadi pada semua kelompok umur, termasuk bayi baru lahir.
Priapisme pada anak-anak biasanya ditemukan pada penderita leukemia. Sel darah putih menyumbat atau menghalangi aliran darah dari penis sehingga terjadi priapisme.
Anak-anak yang menderita penyakit sel sabit juga bisa mengalami priapisme.
Penyebab priapisme lainnya pada anak-anak adalah trauma, baik pada penisnya sendiri maupun pada daerah di bawah penis (perineum) dan cedera korda spinalis.

Pada dewasa, penyebab priapisme bisa diketahui bisa juga tidak.
Salah satu penyebabnya adalah penyakit sel sabit (sebanyak 30% kasus). Dilaporkan bahwa 42% dewasa yang menderita penyakit sel sabit dan 64% anak-anak yang menderita penyakit sel sabit, pada akhirnya akan mengalami priapisme.
Bekuan darah juga bisa menyebabkan terjadinya priapisme.

Penyebab yang paling sering dari priapisme pada dewasa adalah obat-obat yang disuntikkan:
- Obat psikosa (torazin, klorpromazin)
- Obat anti hipertensi (prazosin)
- Marijuana
- Obat yang digunakan untuk mengobati impotensi
- Antikoagulan
- Kokain
- Kortikosteroid
- Tolbutamid
- Trazodon
Penyebab lainnya adalah:
- Kanker yang telah menyusup ke dalam penis dan menghalangi aliran darah dari penis
- Infeksi alat kelamin
-Kelainan pada pembuluh darah atau saraf di dalam jaringan erektil.

GEJALA
Gejalanya berupa ereksi disertai nyeri yang terjadi tanpa adanya rangsangan seksual dan berlangsung selama 4 jam atau lebih.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

Pemeriksaan gas darah terhadap darah yang diambil dari penis bisa memberikan petunjuk berapa lama priapisme telah berlangsung dan beratnya kerusakan yang telah terjadi.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya:


  • Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pemakaian obat segera dihentikan
  • Jika penyebabnya adalah kerusakan saraf, diberikan obat bius melalui spinal
  • Jika penyebabnya adalah bekuan darah, dilakukan pembedahan untuk membuang bekuan darah atau untuk membuat bypass agar sirkulasi penis kembali normal.
    Pada sebagian besar kasus dilakukan penyedotan darah yang berlebihan dari penis dengan sebuah jarum (aspirasi) dan membersihkan pembuluh darah dengan cairan untuk membuang berbagai bekuan atau penyumbat lainnya.
    Jika priapisme berlangsung kurang dari 4 jam bisa diberikan obat dekongestan (misalnya pseudoephedrin dan terbutalin), yang bekerja dengan cara mengurangi aliran darah ke penis.
    Setelah pemberian dekongestan baru dilakukan aspirasi.
    Jika ereksi mulai berulang, bisa diberikan obat vasoaktif, misalnya epinefrin, yang menyebabkan pengkerutan pembuluh darah dan mencegah berulangnya priapisme.
  • Sistem Reproduksi Pria

    DEFINISI
    Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar).
    Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula seminalis.

    Anatomi sistem reproduksi pria
    Anatomi sistem reproduksi pria Sistem Reproduksi Pria


    Sperma (pembawa gen pria) dibuat di testis dan disimpan di dalam vesikula seminalis.
    Ketika melakukan hubungan seksual, sperma yang terdapat di dalam cairan yang disebut semen dikeluarkan melalui vas deferens dan penis yang mengalami ereksi.


    STRUKTUR
    Penis terdiri dari:
    - Akar (menempel pada didnding perut)
    - Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
    - Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
    Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.
    Dasar glans penis disebut korona.
    Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.

    Sirkumsisi
    Sirkumsisi Sistem Reproduksi Pria

    Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil:
    - 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan
    - Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra.
    Jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).

    Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.
    Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.
    Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat).

    Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.
    Testis memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama).

    Anatomi sistem reproduksi pria
    Anatomi sistem reproduksi pria


    Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6 meter.
    Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma.

    Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis.
    Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius.
    Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.

    Jalur sperma
    Jalur sperma


    Uretra berfungsi 2 fungsi:



  • Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih
  • Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

    Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra.
    Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia.
    Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis.

    FUNGSI
    Selama melakukan hubungan seksual, penis menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina)
    Ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf, pembuluh darah, hormon dan psikis.
    Rangsang yang menyenangkan menyebabkan suatu reaksi di otak, yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis.
    Arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon, yaitu berdilatasi (melebar). Arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini, sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar.
    Otot-otot di sekitar vena yang dalam keadaan normal mengalirkan darah dari penis, akan memperlambat aliran darahnya.
    Tekanan darah yang meningkat di dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah.

    Ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks, yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis.
    Saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens, vesikula seminalis dan prostat. Kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra.
    Selanjutnya kontraksi otot di sekeliling urretra akan mendorong semen keluar dari penis.
    Leher kandung kemih juga berkonstriksi agar semen tidak mengalir kembali ke dalam kandung kemih.

    Setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti), arteri mengencang dan vena mengendur.
    Akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah, sehingga penis menjadi lunak.

  • Atelektasis (Atelectasis)

    A. Definisi
    Atelektasis (Atelectasis)adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan saluran udara (bronkus maupun bronkiolus) atau akibat pernafasan yang sangat dangkal.

    Sindroma Lobus Medialis
    Sindroma lobus medialis merupakan atelektasis jangka panjang, dimana lobus media (tengah) dari paru-paru kanan mengkerut. Penyebabnya biasanya adalah penekanan bronkus oleh suatu tumor atau pembesaran kelenjar getah bening.
    Paru-paru yang tersumbat dan mengkerut, dapat berkembang menjadi pneumonia yang tidak dapat sembuh total dan peradangan kronis, jaringan parut dan bronkiektasis.

    Atelektasis Percepatan
    Atlektasis percepatan biasanya terjadi pada pilot pesawat tempur.
    Penerbangan dengan kecepatan tinggi akan menutup saluran pernafasan yang kecil, menyebabkan alveoli (kantong udara kecil di paru-paru) menciut.

    Mikroatelektasis Tersebar Atau Terlokalisasi
    Pada keadaan ini, sistem surfaktan paru-paru terganggu.
    Surfaktan adalah zat yang melapisi alveoli dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan, sehingga mencegah pengkerutan.
    Bila bayi prematur kekurangan surfaktan, mereka akan mengalami sindroma gawat pernafasan.
    Orang dewasa juga bisa mengalami mikroatelektsis karena:
    • terapi oksigen yang berlebihan
    • infeksi berat dan luas (sepsis)
    • faktor lainnya yang merusak lapisan alveoli.
    B. Penyebab
    Sebab utama dari atelektasis adalah penyumbatan sebuah bronkus. Bronkus adalah 2 cabang utama dari trakea yang langsung menuju ke paru-paru.

    Penyumbatan juga bisa terjadi pada saluran pernafasan yang lebih kecil.
    Penyumbatan bisa disebabkan oleh adanya gumpalan lendir, tumor atau benda asing yang terhisap ke dalam bronkus. Atau bronkus bisa tersumbat oleh sesuatu yang menekan dari luar, seperti tumor atau pembesaran kelenjar getah bening.

    Jika saluran pernafasan tersumbat, udara di dalam alveoli akan terserap ke dalam aliran darah sehingga alveoli akan menciut dan memadat.
    Jaringan paru-paru yang mengkerut biasanya terisi dengan sel darah, serum, lendir dan kemudian akan mengalami infeksi.

    Faktor resiko terjadinya atelektasis:
    • Pembiusan (anestesia)/pembedahan
    • Tirah baring jangka panjang tanpa perubahan posisi
    • Pernafasan dangkal
    • Penyakit paru-paru. 

    C. Gejala
    Atelektasis dapat terjadi secara perlahan dan hanya menyebabkan sesak nafas yang ringan. Penderita sindroma lobus medialis mungkin tidak mengalami gejala sama sekali, walaupun banyak yang menderita batuk-batuk pendek. Gejalanya bisa berupa:
    • gangguan pernafasan
    • nyeri dada
    • batuk.
    Jika disertai infeksi, bisa terjadi demam dan peningkatan denyut jantung, kadang-kadang sampai terjadi syok (tekanan darah sangat rendah).


    D. Diagnosa
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
    Rontgen dada akan menunjukkan adanya daerah bebas udara di paru-paru. Untuk menentukan penyebab terjadinya penyumbatan mungkin perlu dilakukan pemeriksaan CT scan atau bronkoskopi serat optik.


    E. Pengobatan
    Tujuan pengobatan adalah mengeluarkan dahak dari paru-paru dan kembali mengembangkan jaringan paru yang terkena.

    Tindakan yang biasa dilakukan:
    • Berbaring pada sisi paru-paru yang sehat sehingga paru-paru yang terkena kembali bisa mengembang
    • Latihan menarik nafas dalam (spirometri insentif)
    • Perkusi (menepuk-nepuk) dada untuk mengencerkan dahak
    • Postural drainase
    • Antibiotik diberikan untuk semua infeksi
    • Pengobatan tumor atau keadaan lainnya.
    • Pada kasus tertentu, jika infeksinya bersifat menetap atau berulang, menyulitkan atau menyebabkan perdarahan, maka biasanya bagian paru-paru yang terkena mungkin perlu diangkat
    Setelah penyumbatan dihilangkan, secara bertahap biasanya paru-paru yang mengempis akan kembali mengembang, dengan atau tanpa pembentukan jaringan parut ataupun kerusakan lainnya.

    F. Pencegahan
    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya atelektasis:
    Setelah menjalani pembedahan, penderita harus didorong untuk bernafas dalam, batuk teratur dan kembali melakukan aktivitas secepat mungkin.
    Meskipun perokok memiliki resiko lebih besar, tetapi resiko ini bisa diturunkan dengan berhenti merokok dalam 6-8 minggu sebelum pembedahan.
    Seseorang dengan kelainan dada atau keadaan neurologis yang menyebabkan pernafasan dangkal dalam jangka lama, mungkin akan lebih baik bila menggunakan alat bantu mekanis untuk membantu pernafasannya. Mesin ini akan menghasilkan tekanan terus menerus ke paru-paru sehingga meskipun pada akhir dari suatu pernafasan, saluran pernafasan tidak dapat menciut.

    Pharyngitis (Radang Tenggorokan) pada Anak

    A. Definisi
    Radang tenggorokan adalah infeksi pada tenggorokan (tekak) dan kadangkala amandel.

    B. Penyebab
    Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan flu biasa. Seperti flu biasa, virus radang tenggorokan menjadi sembuh dengan sendirinya dan merupakan sebuah masalah hanya karena membuat anak sengsara dan menyebabkan mereka tidak masuk sekolah. Bakteri streptococcus kurang sering tetapi lebih serius menyebabkan radang tenggorokan (‘streptokokus kerongkongan’); streptokokus kerongkongan tidak umum pada anak di bawah 2 tahun. Radang tenggorokan juga jarang disebabkan oleh infeksi yang tidak umum, seperti infeksi mononucleosis atau-pada negara dengan tingkat vaksinansi rendah-diphtheria.

    Amandel (tambalan pada jaringan lymphoid di bagian belakang kerongkongan) juga bisa menjadi terinfeksi pada anak dengan radang tenggorokan. Seorang dokter bisa menggunakan istilah radang amandel terutama sekali ketika amandel membesar. Kadangkala, amandel tetap terinfeksi, meradang, atau membesar (radang amandel kronis) sesudah episode radang tenggorokan.

    Bakteri radang tenggorokan bisa menyebabkan peradangan yang berlangsung lama, infeksi, dan pembesaran amandel (chronic tonsillitis); nanah di dalam lipatan amandel (cryptic tonsillitis); dan bisul pada jaringan di samping tekak (lateral pharyngeal abscesses), di belakang tekak (retropharyngeal abscesses), atau di sekitar amandel (peritonsillar abscesses). Beberapa komplikasi langka pada radang tenggorokan streptokokus termasuk rematik glomerulonephritis, atau infeksi pada jaringan (necrotizing fasciitis) dan aliran darah (toxic shock syndrome) yang mengancam nyawa.

    Sakit tenggorokan dapat mempunyai banyak sebab-sebab termasuk:
    1. Virus-virus yang umum, dan bahkan virus-virus yang menyebabkan mononucleosis (mono) dan flu, dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Beberapa virus-virus dapat juga menghasilkan blisters(gelembung-gelembung) dalam mulut dan tenggorokan ("aphthous stomatitis").
    2. Bernapas melalui mulut dapat menghasilkan kekeringan dan luka-luka tenggorokan.
    3. Sinus drainage (post nasal drip) mungkin menyebabkan sakit tenggorokan.
    4. Sakit tenggorokan dapat juga disebabkan oleh bakteri-bakteri. Dua bakteri-bakteri yang paling umum yang menyebabkan sakit tenggorokan adalah Streptococcus (yang menyebabkan strep throat atau sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri stretokokus) dan Arcanobacterium haemolyticum. Arcanobacterium menyebabkan luka-luka tenggorokan terutama pada dewasa-dewasa muda dan adakalanya berhubungan dengan ruam merah yang halus.
    5. Sakit tenggorokan yang timbul setelah perawatan dengan antibiotik-antibiotik, kemoterapi, atau obat-obat lain yang mengkompromikan imun mungkin disebabkan oleh Candida, umumnya dikenal sebagai "thrush".
    6. Sakit tenggorokan yang berlangsung lebih dari dua minggu dapat menjadi tanda dari penyakit yang serius, seperti kanker tenggorokan atau AIDS.
    C. Gejala
    Setiap anak dengan radang tenggorokan mengalami tenggorokan luka dan beberapa tingkat rasa sakit ketika menelan. Telinga terasa sakit bisa terjadi karena tenggorokan dan telinga berbagi pada saraf yang sama. Bagian belakang tenggorokan dan amandel biasanya merah, dan amandel kemungkinan membesar atau terbungkus oleh kotoran putih.

    Anak yang menderita radang tenggorokan sebagai bagian utama flu mengalami hidung berair, batuk, dan demam ringan. Anak yang menderita radang tenggorokan yang disebabkan oleh streptokokus tenggorokan bisa menjadi lembek, pembesaran getah bening di leher dan demam tinggi. Kadangkala, seorang anak dengan streptokokus tenggorokan memiliki gejala pada demam scarlet, termasuk lidah yang putih cemerlang atau merah bergantianh pada lidah (lidah stroberi) dan ruam kulit berwarna merah khusus (ruam scarlatiniform).
    Anak yang menderita amandel kronis bisa mengalami tenggorokan luka atau tidak nyaman atau rasa sakit ketika menelan.

    D. Diagnosa
    Dokter menduga radang tenggorokan ketika mereka melihat kotoran kemerahan dan putih atau nanah di bagian belakang tenggorokan dan ketika getah bening di leher membesar. Jika dokter menduga streptokokus tenggorokan, mereka bisa menggunakan kain penyeka di belakang tenggorokan dan mengirimkannya untuk dua tes : tes antigen cepat dan kultur bakteri. Tes antigen cepat bisa mendeteksi streptokokus tenggorokan dalam hitungan menit. Jika hasil tes cepat adalah positif, kultur bakteri tidak diperlukan. Meskipun begitu, jika hasil tes cepat adalah negatif, kebanyakan dokter melakukan kultur, yang memerlukan sekitar 1 sampai 2 hari untuk hasil.

    Streptokokus tenggorokan biasanya diobati dengan penisilin, baik dalam suntikan tunggal atau melalui mulut lebih dari 10 hari. Jika anak tersebut alergi terhadap penisilin, dokter bisa memberikan eritromisin atau antibiotik lainnya. Pengobatan pada streptokokus tenggorokan dan radang tenggorokan karena virus termasuk memberikan ibuprofen atau asetaminofen untuk rasa sakit dan demam dan menganjurkan anak tersebut untuk minum cairan. Menyediakan sup adalah cara yang baik untuk menjaga anak tersebut terhidrasi dan nutrisi dengan baik ketika menelan terasa sangat sakit dan sebelum nafsu makan kembali. Berkumur dengan air garam atau menggunakan anestesi semprot tenggorokan bisa juga membantu menghilangkan rasa sakit untuk sementara waktu.

    E. Tatalaksana
    1. Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan.
    2. Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges.
    3. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau tempra).
    4. Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal decongestant.

    Yang Dapat Diperbuat Dirumah:
    • Umumnya, sakit-sakit tenggorokan harus menjalani perjalanan-perjalanan mereka (pengecualian, strep throat akan ditanggapi dibawah).
    • Berkumur air garam, permen-permen keras, spray-spray (contohnya, Chloraseptic) dan lozenges dapat menyediakan pembebasan nyeri sementara. (Perhatian: Lozenges dan permen yang keras adalah bahaya tercekik untuk anak-anak . Hindari penggunaan mereka pada anak-anak kecil.)
    • Pelembab mungkin bermanfaat dalam membebaskan gejala-gejala, terutama pada luka-luka tenggorokan yang disebabkan oleh pernapasan mulut dan udara yang kering.
    • Acetaminophen atau ibuprofen mungkin membantu mengontrol nyeri.
    • Untuk kaum dewasa, jika hidung anda tersumbat, spray-spray hidung seperti Afrin mungkin digunakan untuk dua sampai tiga hari untuk mencegah pernapasan mulut. Adalah bukan idea yang baik untuk menggunakan produk-produk ini untuk lebih dari beberapa hari; anda mungkin menjadi tergantung pada mereka.
    • Produk-produk decongestant lain, seperti Sudafed, mungkin bermanfaat.

    Jantung Koroner

    A. Definisi
    Penyakit Arteri Koroner / penyakit jantung koroner (Coronary Artery Disease) ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding suatu arteri koroner dan menyumbat aliran darah.
    Endapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk secara bertahap dan tersebar di percabangan besar dari kedua arteri koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung. Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis.

    Ateroma bisa menonjol ke dalam arteri dan menyebabkan arteri menjadi sempit. Jika ateroma terus membesar, bagian dari ateroma bisa pecah dan masuk ke dalam aliran darah atau bisa terbentuk bekuan darah di permukaan ateroma tersebut. Supaya bisa berkontraksi dan memompa secara normal, otot jantung (miokardium) memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner.

    Jika penyumbatan arteri koroner semakin memburuk, bisa terjadi iskemi (berkurangnya pasokan darah) pada otot jantung, menyebabkan kerusakan jantung. Penyebab utama dari iskemi miokardial adalah penyakit arteri koroner. Komplikasi utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung (infark miokardial).

    B. Penyebab
    Penyakit arteri koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi ditemukan pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan faktor penting dalam gaya hidup seseorang.
    Secara spesifik, faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah:
    • Diet kaya lemak
    • Merokok
    • Malas berolah raga.
    Kolesterol dan Penyakit Arteri Koroner
    Resiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat pada peningkatan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.
    Jika terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), maka resiko terjadinya penyakit arteri koroner akan menurun.Makanan mempengaruhi kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga mempengaruhi resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Merubah pola makan (dan bila perlu mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah berkembangnya penyakit arteri koroner. Menurunkan kadar LDL sangat besar keuntungannya bagi seseorang yang memiliki faktor resiko berikut:
    • Merokok sigaret
    • Tekanan darah tinggi
    • Kegemukan
    • Malas berolah raga
    • Kadar trigliserida tinggi
    • Keturunan
    • Steroid pria (androgen).
    C. Pencegahan
    Resiko terjadinya penyakit arteri koroner bisa dikurangi dengan melakukan beberapa tindakan berikut:
    • Berhenti merokok
    • Menurunkan tekanan darah
    • Mengurangi berat badan
    • Melakukan olah raga.

    Kunjungan Ibu Nifas

    Ibu nifas sebaiknya paling sedikit melakukan 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah – masalah yang terjadi. Dimana hal ini dilakukan untuk:
    • Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.
    • Melaksanakan skirining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
    • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
    • Memberikan pelayanan keluarga berencana. (Prawirohardjo,2002)
    Namun dalampelaksanaan kunjungan masa nifas sangat jarang terwujud dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya yaituKeadaan ini disebabkan karena faktor fisik dan lingkungan ibu yang biasanya ibu mengalami keletihan setelah proses persalinan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beristirahat, sehingga mereka enggan untuk melakukan kunjungan nifas kecuali bila tenaga kesehatan dalam hal ini bidan yang melakukan pertolongan persalinan datang melakukan kunjungan ke rumah ibu. Dilihat dari faktor lingkungan dan keluarga juga berpengaruh dimana biasanya ibu setelah melahirkan tidak dianjurkan untuk berpergian sendiri tanpa ada yang menemani sehingga ibu memiliki kesulitan untuk menyesuaikan waktu dengan anggota keluarga yang bersedia untuk mengantar ibu melakukan kunjungan nifas .

    Kesehatan Ibu merupakan komponen yang sangat penting dalam kesehatan reproduksi karena seluruh komponen yang lain sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu. Apabila Ibu sehat maka akan menghasilkan bayi yang sehat yang akan menjadi generasi kuat. Ibu yang sehat juga menciptakan keluarga sehat dan bahagia.

    Pain Management in Childbirth

    Pain in childbirth is normal, healthy, and productive -- and ends with the ecstasy of your baby's birth. Although management of labor pain plays less important role in a mother’s satisfaction with childbirth, compared with the quality of the relationship with her labor support and her ability to take part in decision making, it is an important topic.

    Pain in labor is a nearly universal experience for childbearing women. It is, however, experienced differently by birthing mothers. The majority of women, though, need some sort of pain relief during childbirth. Methods vary from drugs to natural methods, and it is worth considering the various options available to you well in advance.

    Non-pharmacologic methods of labor pain relief are becoming more common as mothers, as well as pregnancy and labor caregivers, become more aware of the effectiveness of these methods. Changing positions and movement, warm water baths, massage and acupressure are gaining more popularity, in addition to relaxation and hypnobirthing, in management of labor pain.

    A vast study by Childbirth Connection in 2005 revealed that 69% of birthing mothers used at least one non-pharmacologic method to relieve pain and increase comfort during their labor. Most frequently used were breathing techniques and position changes and movement, followed by relaxation, visualization or hypnosis. As many as one in five birthing mothers used hands-on techniques such as massage and labor acupressure. These two hands-on techniques were rated very helpful by vast majority of 91% of the mothers. The popularity of these pain relieving methods is based on the simplicity and easiness to use them anywhere without any special and expensive tools. This is in addition to highly satisfactory level of relief from labor pains.

    Less frequently used labor pain relieving methods include use of birthing balls, birthing tub or pool, and aromatherapy. Mothers who use these pain relieving methods, also, generally rate them helpful. Unfortunately, their use is limited by the need of special equipments or space.

    By far, the most common forms of medication in both vaginal and cesarean births among the pharmacologic labor pain relieving methods are the epidural or spinal analgesia. Epidural or spinal analgesia mostly give excellent labor pain relief. However, studies revealed a scattered satisfaction with epidurals. Many interviewed mothers described their experiences of not having access to this type of pain relief when they wanted it, getting uneven pain relief on different sides, and experiencing headaches, and other adverse effects.

    Labor is an exciting event and involves many new sensations, especially if you are having your first baby. These sensations are part of giving life to your baby. However, no one needs to suffer during childbirth. By understanding what you can do, and how others can help you in order to prevent and relieve labor pains, you are most likely to have a satisfying birth experience.

    Ten Myth about Childbirth

    1. My water will break if I am truly in labor.
    Amniotic fluid surrounds your baby during pregnancy. If you are in your last weeks of pregnancy you may be expecting a gush of water prior to the onset of labor. For most women their water does not break before labor begins and often does not break until you are in active labor if it breaks on it's own at all. In fact, quite often your doctor or midwife will break the bag of waters at some point during labor.

    2. You will know when you are in labor.

    Early labor can last hours and even days. Braxton Hicks contractions can feel very real and be difficult to tell apart from true labor contractions. While most women will know once they have reached the active phase of labor, early labor can be more subtle. It is not uncommon for women to be dilated four or even five centimeters and not be aware of the fact that they are in labor .False labor contractions are irregular and usually do not increase in intensity, frequency, or duration. Moms who have given birth before may actually have a more difficult time distinguishing true labor contractions from false labor. The only way to be sure whether you are indeed in labor is to have a vaginal exam to check for cervical dilation.

    3. Labor induction always works.
    Labor induction does not always work. Your doctor will perform a vaginal exam to check for cervical dilation and effacement and position of your cervix. Labor induction works best when the cervix has already begun to soften and dilate. You may go in for your 39 or 40 week appointment hoping for an induction only to be told that your cervix is not favorable to be induced. It is also possible to have a failed induction. If baby is not in distress you may be sent home to try labor induction again in another day or two.

    4. Contractions feel like menstrual cramps.
    You may have heard that contractions feel like menstrual cramps. While for some women early labor contractions may feel like menstrual cramps, this is not a very realistic description of labor contractions. Natural childbirth is definitely doable and many women have an unmedicated birth. However, we feel describing contractions as menstrual cramps is a disservice to first time moms. There are more honest and accurate descriptions of labor contractions that will better prepare you for childbirth. Contractions do resemble menstrual cramps in their location and general achiness, but they also have a powerful tightening more closely resembling a charlie horse. Generally speaking contractions in the active phase of labor will be tightening, painful, and increase in intensity until you reach the peak of the contraction and then the pain will begin to subside.

    5. Unmedicated childbirth is always best.
    Because labor is not one long sustained contraction but rather a series of contractions increasing in intensity, natural childbirth is quite possible. Natural childbirth, utilizing relaxation exercises, breathing, and resting between contractions, offers one option for pain management. Natural childbirth offers women the ability to be in complete control of their birth and there is a very empowered feeling after having a successful unmedicated birth. Benefits of an unmedicated birth include faster recovery time and shorter labor for mom, more alert and active baby (and mom too), and of course it's cheaper. However, there are occasions, where an unmedicated birth would not be best and certainly many reasons why women would prefer a medicated birth over an unmedicated one. Conditions such as an abrupted placenta, a baby in a breach position, or signs of fetal distress are all very good reasons to need a caesarian section. An unmedicated birth is ideal, but a happy, healthy birth can be attained regardless of your childbirth choice.

    6. If you are really in labor you will not be sent home.
    Women may assume if they are truly in labor that they will be admitted to the hospital. You can be in labor and still be sent home. If you are in the early phases of labor, you may be sent home until your contractions increase in frequency or your cervix is more dilated. Many hospitals will not admit you until you are at least four centimeters dilated. Do not get discouraged if the labor and delivery nurse tells you that you have to go home. You may indeed be in labor!

    7. Once a caesarian birth always a caesarian birth.
    This may or may not be true depending on the type of caesarian section you had along with the reasons for having a caesarian birth to begin with. VBACs or vaginal birth after caesarian are becoming increasingly more common. You will need to discuss with your doctor whether a VBAC will be possible for you.

    8. Each labor gets easier.
    This may or may not be true for you. Generally speaking, second labors are shorter in duration, but that is not always the case. Shorter does not always mean easier. Baby could be bigger than your first or positioned differently. Also, if you have a very rapids labor, you may find you do not have as many choices for pain medication or you may simply choose different pain options. There are any number of factors that could affect your birth.

    9. You will feel an urge to push.
    Feeling the urge to push is instinctive and natural right? If baby is ready to come you will certainly feel an urge to push! Well, believe it or not this is not always true. Many women do feel an urge to push, but not always. Sometimes pushing is painful and women will avoid pushing at all costs. Other times medications such as an epidural will interfere with the sensation of needing to push. Your doctor or midwife will help you to understand what is happening during labor and help you determine when you are ready to push.

    10. Epidurals lead to caesarian sections.
    This belief is still held by some, but recent studies have shown that epidurals do not cause an increase in caesarian sections.